Dari jumlah total 24 bulan yang umumnya berlaku di
dunia, hanya satu bulan yang paling ditunggu – tunggu oleh para pemeluk agama
islam. Ya, itulah bulan Ramadhan. Memang bulan itu terasa sangat istimewa.
Itulah saat para muslimin diperintahkan untuk rela menahan semua nafsu dari
terbitnya fajar sampai hilangnya matahari di ufuk barat. Bulan dimana Alqur’an
diturunkan. Bulan dimana para kaum setan dibelenggu agar tak mengganggu manusia
beribadah. Sehingga umat muslim dapat beribadah sepuas – puasnya. Kalau boleh
saya mengatakan, Ramadhan adalah bulan peperangan. Berperang melawan diri
sendiri. Karena toh nyatanya meski setan dibelenggu, masih ada saja orang yang
melakukan perbuatan tercela. Yah, itu karena memang berasal dari diri orang itu
sendiri, bukan dari setan.
Sangking istimewanya, orang – orang pada heboh
menyambutnya. Mulai dari heboh penentuan awal puasa yang sering menimbulkan
perbedaan antar ormas. Lalu ada juga diadakan pasar masyarakat, seperti
Dandangan di kota Kudus.. kalo di daerahku namanya malah nyeremin, Preman.,
hehe. Kalo kalian orang Semarang, pasti tahulah sama yang namanya Dugderan.
Kalau di daerah lain, ada tidak ya? Kalian yang lebih tahu.. Ndak Cuma itu,
yang bikin heboh lagi adalah stasiun televisi. Pasti ada aja program – program baru
untuk menyemarakkan Ramadhan. Yah, ada sinetron lah acara lawak lah kultum
islami lah banyak lah pokoknya, yang pasti semua berbau islam. Dan itu Cuma
bertahan waktu Ramadhan doang. Kalau sudah lewat, ya ada lagi dah acara – acara
televisi yang Astaghfirullah hal’adzim. Dan yang bikin aku gerah adalah kalau
ada temen yang ngirim sms tentang Ramadhan. Minta maaf lah puisi lah, sampai
bosen aku. Bweh, rasanya pengen tak ganti aja nomer hapeku. Tapi ya ndak apa
sih, toh ya maksud mereka mungkin buat ngingetin doang. Tapi ya gua masih muda
kali, jadi ya ndak perlu diingetin.. kan belum pikun.
Tapi memang momen Ramadhan sangat ditunggu –
tunggu. Pada momen inilah, orang – orang pada tobat. Masjid penuh. Kotak amal
penuh. Orang – orang pada nglakuin kebajikan. Dimana – mana terasa dah suasana
islam. Indah rasanya kalau begini terus. Tiap malem pada tarwih, pada giat
mengkhatam alquran. Memang itu maklum. Apalagi jika memasuki pekan terakhir
Ramadhan. Saat itulah ada satu malam yang sangat istimewa, malam Lailatul Qodr.
Orang yang beribadah pada malam itu, maka dia seakan beribadah selama 1000
bulan. Maka itulah Lailatul Qodr disebut lebih baik dari 1000 bulan. Semua umat
muslim tak tahu pasti kapan malan itu akan terjadi. Tapi sudah diberi petunjuk
kalau malam itu akan jatuh pada pekan terakhir Ramadhan. Jadi selama pekan itu,
semangat umat islam untuk beribadah memasuki level tertinggi. Untuk mendapatkan
Lailatul Qodr, berdiam diri di masjid adalah cara paling mujarab. Atau lebih
dikenal dengan I’tikaf. Yah, begitulah Ramadhan. Semua pahala amalan meningkat.
Yang sunnah jadi berpahala wajib. Apalagi yang wajib, jadi berlipat – lipat
pahalanya.
Subhanallah, saat Ramadhan adalah saat tobat. Masa
untuk mensucikan diri. Tapi saya pesan pada semuanya : RAMADHAN JANGAN HANYA
DIJADIKAN AJI MUMPUNG. Mentang – mentang pahala berlipat – lipat jadi giat
beribadah. Eh malah kalau udah ndak Ramadhan, bejat lagi dah. Semua kebajikan
yang kita lakuin saat Ramadhan, seyogjanya tetap dilakukan di bulan – bulan
setelahnya. Jangan hanya memanfaatkan momen saja. Ya itu istilahnya, jangan
dijadikan aji mumpung...
*betewe, pada ngerti aji mumpung ndak ya.. ah udahlah, itu urusan kalian.
Peace..



0 komentar:
Posting Komentar