Cinta Harus Buta

thumbnail


Sungguh benar kata khalayak, Cinta itu buta.
Saat manusia rasakan cinta, semua bisa dilakukan demi sang tercinta.
Cinta butakan pungguk, hingga dia berani rindukan bulan.
Cinta butakan Bandung Bondowoso, hingga dia buat 1000 candi.
Cinta butakan Bilal bin Rabah, hingga dia kuat disiksa.
Cinta butakan Mush’ab bin Umair, hingga dia jatuh miskin.
Atas nama cinta, Ibu taruhkan nyawanya demi kelahiran sang tercinta.
Atas nama cinta, Ayah jatuhkan peluhnya demi kehidupan sang tercinta.

Sungguh benar kata khalayak, Cinta itu buta.

Cinta itu buta dan harus buta.
Cinta harus buta, agar manusia jadi kuat.
Kuat melawan ketidakberdayaan.
Cinta harus buta, agar manusia jadi berani.
Berani melawan ketakutan.
Cinta harus buta, agar manusia jadi pejuang.
Pejuang melawan keputusasaan.
Cinta harus buta, agar manusia jadi yakin.
Yakin melawan keraguan.
Cinta harus buta, agar manusia tak melirik.
Tak melirik kepedihan.

Begitulah resiko mencintai, manusia jadi buta.
Buta akan ketidakberdayaan.
Buta akan ketakutan.
Buta akan keputusasaan.
Buta akan keraguan.
Buta akan kepedihan.
Begitulah resiko mencintai, manusia jadi kuat.
Begitulah resiko mencintai, darah siap tertumpah.
Begitulah resiko mencintai, harta sudi dikeluarkan.
Begitulah resiko mencintai, harga diri rela terinjak.
Begitulah resiko mencintai, nyawa siap melayang.
Apa yang salah? Tak ada.
Karena begitulah resiko mencintai.
Yang salah jika, saat cinta tidak berdasar pada Yang Maha Cinta,
saat cinta kepada Yang Maha Cinta kalah oleh sang tercinta.


.

pemilik sudut

thumbnail
gara-gara puisi di bawah ini aku dapet juara 3 lomba di sekolah aku.....

PEMILIK SUDUT

inilah saatnya,,,,
saat nomor ujian tertempel erat 
di meja para pejuang ilmu
di sanalah bendera catur diangkat
otak-otak pejuang ilmu mulai memanas
siap meledak setiap saat
kantuk, pusing, lelah
terpaksa mereka alami demi satu tujuan pasti
masa depan

namun di sudut ruang tantangan
setongkat pena menaru dengan luwesnya
huruf x besar berebutan memasuki lotak
kertas putih segera jadi hitam
kantuk, pusing, lelah
tak ada dalam kamus pemilik sudut itu
siapakah pemilik sudut itu?

dialah pejuang ilmu yang tetep terjaga
meskipun suara dengkuran bersahutan
meskipun orkestra jangkrik menemani bintang
dia masih membuka mata
bola matanya liar memangsa rangkaian kata
otaknya lembur menjejalkan ingatan ke dalam memori
dialah pemilik sudut itu
insan yang senantiasa belajar

bila saat itu telah berlalu
sang pemilik sudut tak akan lagi ditemani dengkuran ataupun orkestra jangkrik
yang ada hanya pujian dan sanjungan
baginya tujuan itu bukanlah khayalan
maukah kau jadi pemilik sudut itu?

Label

Cerpen (1) it's me (10) Prosa (2) Special (13) Theory of me (6) Think again (8)
Powered By Blogger