Revolusi Menulis Ku

thumbnail
Sudah lama saya punya hobi menulis, mungkin sejak saya masih duduk di Mts.
Kalau dulu sih, nulis hal-hal yang menurut saya tidak begitu penting.
Menulisnya pun, tidak hal-hal yang serius.
Yah, paling tentang apa yang ada di pikiran saya aja yang saya tuangkan.

Makin bertambah usia, hobi saya menulis itu tergerus.
Karena sibuk dengan materi kuliah, atau yang lain.
Pada saat masa kuliah, saya jadi tidak produktif menulis lagi.
Kalau ketika Mts atau MA, yah masih sempet lah posting di Blog.
Pas waktu kuliah, Hmm ya bisa dilihat di arsip blog saya, sempat tidak ada postingan bertahun-tahun.
Sempet sih, waktu kuliah ikut pelatihan menulis dar FLP Jakarta..Tapi ya, ndak maksimal.
Karena cuma setengah jalan, dan saya harus pindah dari Jakarta.

Sekarang, saya tobat.
"Saya harus punya porsi menulis"
"Meski sibuk, harus disempetin"
"Isi tulisan harus bermutu."
kata saya pada diri sendiri.

Alhamdulillah, di tengah kesibukan saya di pesantren, di tengah kesibukan skripsi.
Saya sudah menyempatkan untuk menulis, lagi.

Langkah awal sudah dilakukan lah.
Salah satu tulisan saya berhasil tembus di redaksi media onlie, dan dimuat !
Ini adalah tulisan pertama saya yang masuk di media !
Rasanya tuh... ya gitu deh.
Apalagi pas tahu kalau yang baca banyak.
Sampai post ini dibuat, atau setelah 2 pekan lebih tulisan saya dimuat.
Sudah dibaca 10rb kali dan dishare 1855 kali bro !
Amazing..

Mudah-mudahan, dengan itu, saya jadi lebih semangat menulis. :)

 Mau tahu tulisan pertama saya yang dimuat di media itu? klik link bawah ini yah :)
http://panditfootball.com/pandit-sharing/208406/bangkitnya-sepakbola-perempuan-di-bumi-kartini

Istri Penenang Suami

thumbnail

Suatu malam, seorang Ayah berjalan gontai pulang ke rumah. Sepanjang hari, usahanya menjual bakso tidak mendatangkan banyak pembeli. Diketuknya pintu rumah. “Assalamualaikum” Sapa suami.
“Waalaikumussalam, bagaimana, yah? Hari ini bawa apa?” Sambut sang istri.
“Haahh, gak ada bun. Seharian jualan sepi pembeli.”
“Loh, Ayah ini bagaimana toh? Seharian kerja masak tidak mendapat apa-apa. Tagihan listrik belum dibayar loh, yah, SPP anak-anak juga masih nunggak. Yaudah malam ini tidur di depan pintu! Jangan masuk!

Bayangkan! Jika Anda sebagai suami, punya istri seperti itu. Apa yang Anda rasakan? Kesal, marah, pasti. Seharian sudah bermandikan peluh, banting tulang demi anak istri. Sampai di rumah? Ditendang begitu saja. Sakitnya tuh di sini! Jika di kemudian hari, Sang Suami pulang tanpa hasil lagi, yang ia pikirkan mungkin seperti ini “ Ah, untuk apa pulang, nanti juga diusir lagi. Mending tak pulang sekalian!”
Wahai para istri, simaklah baik-baik hadits di bawah ini :

Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari berkata : ‘Jangan sakiti dia ! Celakalah kamu, karena sesungguhnya dia hanya singgah di sisimu. Sebentar lagi dia akan meninggalkanmu ke tempat kami.” ( Jami’ at-Tirmidzi, 1174)
Wahai para istri, masih adakah Anda yang seperti itu? Di manakah kalian dari firman Allah SWT :
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (الروم : 21)
 Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Q.S. Ar-Rum : 21)

Bukankah dengan  jelas Allah menjelaskan melalui ayat ini, salah satu tugas istri terhadap suami adalah membuat suami tentram, membuat hati suami tenang,. "لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا" Lihatlah. Kata yang dipakai dalam ayat tersebut. Kata "سكن" dalam bahasa Arab berarti berhenti bergerak. Bila hati suami bergerak-gerak tak karuan, digoncang dengan berbagai permasalahan hidup, siapa yang mendiamkan hatinya, istri. Ya, istrinya! istri penenang suami!

Beda situasinya jika saat itu Sang Istri berkata “Yaudah, yah. Mungkin rezekinya besok, bukan hari ini. Masuk dulu yuk, yah. Bunda sudah masak air untuk ayah mandi. Ayah pasti capek” Wah, siapa yang tidak senang punya istri seperti itu. Ini nih, yang membuat suami makin sayang!

Suami jadi merasa betah di rumah. Rumah adalah tempat berlabuh bagi suami, bila banyak masalah di luar sana, suami jadi ingin cepat-cepat pulang, ingin segera bertemu istrinya, sang penenang hati. Istri adalah obat dari semua kegalauan!

Suami istri harus melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik agar bahtera rumah tangga tidak dipenuhi dengan pertengkaran. Anda semua pasti juga sepakat, bila pertengkaran suami istri akan berdampak juga terhadap perkembangan anak. Anak tidak akan merasakan ketentraman di dalam rumah, ia akan hidup dalam ketegangan dan ketakutan. Tak menutup kemungkinan, sikap cepat marah orang tua akan turun kepada anak. Ingatlah, anak adalah peniru yang ulung.

Oleh Karena itu, hadapilah setiap permasalahan keluarga dengan bijak. Wahai istri, tenangkanlah suami Anda. Jangan sampai salah sikap, bila tak mau keturunan anda mewarisi hal yang tidak pantas.

Mereka bilang soal sahabat..

thumbnail


              Saat sifat kurang kerjaan ane muncul. Ana mengirim sms sama temen – temen ana dan bertanya pendapat mereka tentang apa itu arti “SAHABAT”. Akhirnya ya beberapa dari mereka bilang kayak di bawah ini. Yah, mereka hanya temen saya. Bukan penyair ato pujangga. But, ada pepatah arab yang bilang “Lihatlah apa yang diucapkan, jangan lihat siapa yang mengucapkan”. So this is it :

             zuhrufa mahwa fuadi :
Sahabat itu lebih berarti daripada pacar..
Sahabat itu dapat mengerti apa yang dirasakan sahabatnya..
Sahabat itu tak akan tergantikan..
Sahabat itu selalu ada bagaimanapun keadaan sahabatnya..
Yang memberi semangat saat sahabatnya jatuh dan ikut senang saat sahabatnya senang..
Sahabat bisa saja seperti pacar, tapi pacar tak dapat seperti sahabat..
Sahabat sejati

              Nada Jundiyatullah :
Sahabat adalah..
Dia yang mengingatkan tugas kita di dunia menuju kebahagiaan akherat..
Kehadirannya meringankan sedikit beban kegundahan..
Simple, sahabat baik itu ibarat malaikat..
Yang diutus Allah untuk mendengarkan keluh kesah dan sekaligus sebagai penasehat kita.

              Vheena D'lazkar:
Sesosok manusia yang mau berkawan dan melayakkan dirinya untuk menjadi orang yang perhatian, pengertian, dan menjaga apapun yang diberikan kepadanya dengan sepenuh hati.

              Chusnal Iffah:
Sahabat.. dia menghibur kita di waktu sedih, tempat berbagi cerita dan kebahagiaan, selalu komen kalo kita melakukan kesalahan.

              Hamaz Faiz :
Sahabat.. orang yang mengerti perasaan sahabatnya dan tahu apa yang harus dia lakukan ketika sahabatnya dalam kondisi apapun.

             Baharuddin Muzaky:
Sahabat adalah orang yang mendengarkan..
I don’t run..
if you see me run you should run
It’s probably something is chasing me

              Rizky Dwi Setyani:
Sahabat adalah seseorang dimana kita butuh atau tidak dia selalu ada meski tidak setaip hari setiap waktu bersama kita. Meskipun dia bukan keluarga kita dia akan suport kita dalam hal positif dan dia akan mengalah untuk sahabatnya, meski dia juga ingin memilikinya.

              Milla Zahida :
Sahabat adalah teman curhat kedua setelah Allah. Sahabat sejati selalu menggiring kita menuju kebaikan, mengajak kita meraih surga. Yang senantiasa menjaga kita dan rahasia-rahasia kita. Yang selalu ada saat suka atau duka

              Salvi MaxspyderSalvi Immawan :
Sahabat adalah teman dekat yang berjuang bersama kita memperjuangkan agama Allah

inilah pondok pesantren..

thumbnail


Iseng – iseng nieh aku cari kata pondok di KBBI dan artinya bangunan tempat tinggal yg berpetak-petak yg berdinding bilik dan beratap rumbia. Trus pas cari kata pesantren ketemunya asrama tempat santri atau tempat murid-murid belajar mengaji. Dan kalo dua kata itu digabungkan akan mempunyai arti.. gak tahu ah, gue bukan warga negara yang baik.. pas pelajaran Bahasa Indonesia aja tidur.

Eh plen, di negeri kita banyak banget ya pondok pesantren (selanjutnya kutulis “ponpes” aje ye, capek tauk nulis panjang2). Sampai ada tuh kota yang disebut kota santri gara – gara ada ponpes banyak disana. Yah panteslah, secara kan ponpes sudah ada sejak zaman dulu. Saat islam pertama kali islam masuk ke Indonesia. Kan metode penyebarannya saluh satunnya melalui ponpes. Berpengaruh banget yah satu objek ini bagi ibu pertiwi.. Hm, hm, hm...

Secara umum nieh, ponpes itu ada dua macem. Ponpes Modern sama Ponpes Modem. Haha kagak lah, tahu sendirilah pasangan sejatinya modern itu apaan.. kalian kan punya akal. Nah, gak nyangka nieh ana bisa jadi santri ponpes selama entah berapa tahun. Dimulai dari 3 tahun ku monpes di tsanawiah ato bahasa negaranya itu SMP. Trus lanjut 3 tahun lagi di aliyah or SMA. Yah, 6 tahun kelam itu aku lalui di sebuah ponpes bernama Ma’ahid, di kota Kudus. And now iyem lagi monpes di Ma’had Aly An-nuaimy, di Jakarte. Dan rencananya setelah 2 tahun disitu, ana mau monpes tahfidz qur’an selame setahun.. entah dimana. Kagak tahu deh kalo abis dari itu semua ana malah jadi ustadz di ponpes ato malah punya ponpes sendiri. Yapz kalo emang jalan takdir ku begitu ya Alhamdulillah..

Ponpes Is My Life. Wedeh, alay amat seh diri nie. Tapi bener juga lho. Ponpes itu tempat yang enak. Kalo ane lagi suntuk bin sebel di rumah ane pengennya kabur ke ponpes. Banyak hal deh yang bikin hidup di ponpes lebih berwarna. Yang paling utama adalah keberagaman. Macem – macem jenis makhluk manusia terkumpul dalam satu tempat.. itu yang bikin indah. Ada yang tinggi, pendek, kurus, gemuk, cakep, jelek, juling, tembem, ada deh disono.. yang paling aku suka itu kalo mereka datang dari segala penjuru negeri ini dan mereka pake bahasa daerah masing. Makin cinta aku sama Indonesia kalo denger bahasa mereka.

Ada banyak sisi khas yang hanya ditemukan di ponpes, i will tell you about...

Mengantri. Dimana dan mau ngapain aja mesti ngantri.. mandi makan nyuci dan laen laen. Inilah saat kesabaran diuji, haha lebay ah. Gak apa boy, mengantri itu baik dan harus kita budayakan. Ini bagus dipraktekkan buat meningkatkan kesabaran orang Indonesia. Coba deh lihat kalo orang Indonesia ngantri mesti semrawut. Kayak ngantri sembako, zakat, or BLT. Kapan ya ngantrinya orang kita kayak orang barat..



Kehilangan. Yapz, barang itu rawan hilang ilang kalo di ponpes. Gak pantes seh kalo dibilang hilang, mungkin pantesnya disebut ghosob or makai barang orang laen tanpa izin pemiliknya. Biasanya barang yang jadi sasaran ghosob adalah sandal, hanger, dll so hati – hati plen kalo mau monpes. Bawa barang yang jelek aja, biar gak nyesel kalo dighosob. Tapi kehilangan juga lumrah juga seh, hehe kalo kita gak merhatiin barang kita sendiri bener – bener bisa aja hilang kayak ditelan bumi.. So Watch Out !! (entah apa artinya itu)

Main kartu. Haha, tahu kartu remi (bahasa resminya kartu bridge) and domino kn? Sumpeh deh, kalo udah main begituan dijamin deh bisa betah melek sampe subuh. Weleh, pastinya ya gak sampe masuk ranah judi. Aduh, parahnya nieh kalo ketahuan main sama ustadz kan entar kartunnya disita tuh.. eh ntar santrinya beli yang beli baru lagi. Kesita lagi beli lagi, begitu mulu. Jujur ya ana mulai bisa maen begitu sejak monpes, hahaha

Kabur dari ponpes. Wah, bakat maling nieh. Beginilah santri, kalo malem pada kabur tengah malem buat maen PS ntar baru balik pas mau shubuh. Parah, bisa aja mereka keluar meski pagar ponpes itu tinggi. Ada saja jalan menuju alam luar. Kata temen seh “keluar itu gampang, kembalinya yang susah”. Emang bener tuh, biasanya pada gagal dalam percobaan masuk ke ponpes.. maksudnya ketahuan ustadz gitu. Kalo dah ketahuan ya tinggal menunggu ajal, eh hukuman maksudnya. Sampe ada tuh temen yang dikira maling sama masyarakat sekitar gara – gara pas balik ke ponpesnya mengendap – endap... Hadech

Inti dari semua adalah kelakuan yang melanggar peraturan. Ada yang bilang peraturan emang dibuat untuk dilanggar, haha. Banyak lagi macem pelanggaran yang dilakukan.. seperti, saat baca ma’tsurot sore bukannya ikut malah mandi. Trus banyak yang bawa handphone.. tahu lah anak muda gimana.. trus pas adzan bukannya cepet – cepet wudlu eh malah tidur.. pernah ada temen yang nyeletuk kalo adzan itu pertanda untuk mulai tidur, Astaghfirullah.. dan yang paling parah itu merokok dan maling. Dulu temen di Kudus banyak amat yang merokok. Mereka bahkan punya markas buat ngelakuin itu yakni di warung deket ponpes.. dan satu lagi itu maling. Ieh, hati – hati deh. Maling hape maling uang juga. Ckcck 

Dan masih banyak lagi, hehe begitulah kehidupan di ponpes. Semua kehidupan pasti ada suka dukanya. Di kehidupan pasti ada baik dan buruk. Begitu juga di ponpes.. gak semuanya kelakuan santrinya baik. Ada juga yang kelakuan dan akhlaqnya gak mencerminkan seorang santri kayak yang dah ana ceritain. Begitulah manusia tak ada yang sempurna. Manusia ya manusia. Tempatnya salah dan lalai. Yah, semoga hidayah-Nya dapat menyadarkan hati yang masih terbuka.. Aamiin



Oh ya, ini tuh pengalaman ana saat mondok. Klo kejadiannya berbeda dengan yang ana alamin, berarti anda termasuk orang yang beruntung. Dan bukan maksud ana menjelekkan sesuatu ato seseorang, hanya menyampaikan apa adanya kok. Maaf jika ada yang tersungging :)
 

Label

Cerpen (1) it's me (10) Prosa (2) Special (13) Theory of me (6) Think again (8)
Powered By Blogger