Kalian suka sepak bola ndak? Kalo iya
Alhamdulillah, kalo ndak ya Yarhamukallah (?). Yah, tapi ane bersu’udzon
bilapun kalian menyukai sepak bola pasti gak suka sama sepak bola Indonesia. Kagak
kalian doang ane juga begitu kok. Bisa dibilang kita sehati. Maybe semua jiwa
raga Indonesia juga begitu, Waallahua’lam..
Sebagai warga negara yang baik hati dan
pintar jajan, saya mengakui bahwa dunia persepakbolaan Indonesia sangat payah..
Apa yang bisa dibanggakan coba? Secara kan isinya Cuma tawuran antar suporter,
pembantaian wasit oleh pemain. Timnas? Toh ya kalah terus gitu yang dibanggain
apaan..
Dan yang paling parah ya sampai ada dua
organisasi kepengurusan tertinggi sepakbola nasional di negara reyot ini. ckck,
padahal ya tuhan semesta alam aja Cuma ada satu doang lha ini kok malah ada dua
biji. Yah, bisa dibayangkan sendirilah bagaimana nasib rakyatnya..
Gak seperti berpuluh – puluh – puluh tahun
yang telah lalu. Pada zaman itu, sepak bola Indonesia memasuki masa keemasan. Disegani
oleh persepakbolaan internasional. Sampai Indonesia mendapat julukan Macan
Asia. Yah, dulu ya dulu sekarang ya sekarang yang lalu biar berlalu.. Sekarang,
semua telah berubah mengikuti zaman. Semuanya gara – gara uang telah mengambil
peran yang signifikan di dunia fana ini.. Yah, korupsi menghancurkan segalanya.
Kalo boleh saya bilan seperti itu.
Hmph.. yang bikin sepak bola Indonesia
makin kritis mendekati ajal adalah adanya campur tangan politik. Yang karena
ada politik, hakikat sejati sepak bola jadi melenceng dari semestinya. Kerap sepak
bola dijadikan alat promosi politik. Ini kagak bener. Pihak tertinggi sepak
bola dunia aja tak membolehkan itu semua. Sepak bola itu independen. Berdikari.
Harus diurus sama orang – orang yang kompeten dan benar – benar peduli dengan
bola. Bukan oleh orang politik yang peduli dengan uang. Yah, kita lihat saja ke
depan apakah sepak bola Indonesia bisa menjadi Macan kembali atau masih tetap
menjadi Kucing pincang..



0 komentar:
Posting Komentar