Setiap orang pasti pernah merasakan apa itu gatal. Kegatalan dapat
menyerang siapa saja. Tak pandang usia, gender, dan tentunya tak pandang
bulunya. Lebih khususnya, gatal itu menyerang kulit. Jadi siapa saja yang tidak
mempunyai kulit dijamin terhindar dari anugrah ini. Jika Anda dilanda
kegatalan, tak perlu hubungi dokter terdekat. Kenapa? Karena pak dokter sedang
mudik lebaran, jadi tak ada orang di klinik. Lalu apa yang seharusnya
dilakukan? Dikasih bedak atau salep?.. Ah, tak perlu lah itu semua. Ada satu
hal yang pantas dilakukan. Yakni, menggaruk.
Kenapa harus menggaruk? Jawabannya satu. Karena nikmat. Coba dech.. Anda
lagi parahnya kena virus gatal. Trus Anda biarin gitu aja. Sumpah pasti gak
enak banget. Lain lagi kalau Anda gesekkan kuku Anda di daerah tersebut.
Hmph... tapi kenapa kok ndak pake salep atau bedak aja? Kalau aku sih ogah..
soalnya gak enak. Pake bedak ntar perih. Kalau pake salep malah ndak ada
sensasinya sama sekali. Toh ya salep ada efek belakangnya. Intinya ndak enak.
Kalau ada yang enak kenapa kok malah milih yang ndak enak???
Huh, kadang aku jengkel sama orang yang bilang gini jangan digaruk, ntar
gak ilang2 gatalnya. Trus kalo gak ilang jadi masalah gitu ya? Toh ya yang
ngerasain aku sendiri. Aku ya fine – fine aja kok. Nikmat malah. Sedang
merasakan nikmat yang diberikan oleh Tuhan kok malah dilarang... Aku juga
jengkel kalau ada yang menganggap kalo menggaruk itu perbuatan yang tidak
terpuji, perbuatan orang yang ndak punya malu. Emang bagian mana yang salah?
Emang salah ya kalo menggaruk di tempat umum? Yang malu gue kok ente yang
sewot??!
Tapi aku bingung. Jadi gini.. salep dan bedak kan buatan manusia. Dan
manusia itu tempatnya salah. Jadi kalau kita memakai dua produk itu, kita telah
memakai kesalahan. Jadi apa saja yang dibuat manusia adalah kesalahan. Kalau
kita memakai kesalahan, kita dosa dong. Kalau dosa kita banyak, ujung –
ujungnya masuk neraka. Sedangkan menggaruk itu memakai tangan. Yah, walau
kadang pakai kaki atau gigi juga sih. Nah, itu semua kan anugrah dari Tuhan
Yang Maha Mencipta plus Maha Benar. So, kalau menggunakannya berarti kita
memakai kebenaran. Kalau kita memakai kebenaran, dapat pahala dong. Kalau
pahala banyak, masuk surga dong.. Nah lo, bingung sendiri gua -_-’.
Ah sudahlah, daripada saya menularkan virus kebingungan. Aku sudahi saja
tulisan absurd ini. Daripada aku nyebarin, trus ditangkap polisi. Ogah banget
masuk penjara.. sekian dech. Dan jangan lupa, ambil hikmahnya saja ya..!!



0 komentar:
Posting Komentar