Pertama kali ku baca syair sang maestro ini, ku Cuma senyum – senyum aja. Seandainya saja aku telah jadi Ayah saat membacanya, mungkin aku akan merasa tersindir. Beginilah isi syair itu :
Anakku
bukanlah anakmu, mereka adalah putra putri kehidupan terhadap dirinya sendiri.
Mereka terlahir lewat dirimu namun tidak berasal darimu, dan meskipun mereka
bersamamu mereka bukan milikmu.
Kau
boleh memberi mereka cintamu tetapi bukan pikiranmu, sebab mereka memiliki
pikiran sendiri. Kau bisa memelihara tubuh mereka namun bukan jiwa mereka,
sebab jiwa mereka tinggal di rumah masa depan yang tak aken bisa kau datangi,
bahkan dalam mimpimu.
Kau
boleh berusaha menjadi serperti mereka, namun jangsn menjadikan mereka seperti
kamu, sebab kehidupan tidak bergerak mundur dan tidak tinggal bersama hari
kemarin…


0 komentar:
Posting Komentar